Kamis, 28 Januari 2016


IndonesianGP for 2017

Kabar gembira bagi para pecinta gelaran balap motor paling bergengsi di dunia. Dorna, Operator MotoGP menyatakan bahwa Indonesia sudah mendapat slot untuk mnggelar MotoGP pada 2017 mendatang. Indonesia dianggap sebagai negara penting dalam pergelaran MotoGP karena industri otomotif dalam pertumbuhan yang tinggi dan pecinta MotoGP di Indonesia cukup banyak.
Namun apakah Indonesia bisa benar-benar menyelenggarakan MotoGP?
Ada sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Dorna. Homologasi sirkuit menjadi faktor paling utama. Sirkuit Sentul yang berlisensi Grade C saat ini jelas sangat tidak layak untuk menggelar balapan. Untuk dapat menggelar MotoGP, sebuah sirkuit harus berlisensi Grade A berdasarkan Standars For Road Racing Circuit (SRRC) yang ditetapkan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Sejumlah perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang Sirkuit Sentul, Bogor harus segera dilaksanakan mengingat banyak negara-negara pesaing yang juga menginginkan menjadi tuan rumah MotoGP. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan mampu bergerak cepat untuk mematangkan segala persiapan khususnya sampai akhir bulan November.
Kita pernah menggelar MotoGP pada musim 1996 dan 1997 silam, semoga kita bisa menggelar MotoGP lagi pada tahun 2017 mendatang.

Image source :
http://www.mesinbalap.com/static/2015/05/MotoGP.jpg

Rabu, 13 Januari 2016

It’s Chance To Change

Pada bulan November 2015, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa sebagai lembaga legislatif mahasiswa di Perbanas Institute mengadakan Aspiration Day dibantu oleh badan eksekutif mahasiswa dan seluruh organisasi mahasiswa Perbanas Institute. Apa itu Aspiration Day?

Aspiration Day adalah program kerja terbaru dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, sebuah terobosan baru untuk memunculkan perubahan yang positif bagi Perbanas Institute serta diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa agar aspirasi-aspirasinya dapat tersalurkan kepada pihak yang bersangkutan untuk menerima dan dapat merealisasikan aspirasi mahasiswa

Kegiatan ini bertemakan “Big Change Comes With A.C.T (Aspiration, Caring, and Trust)”. Dengan aspirasi dari para mahasiswa, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kampus dan kepercayaan kepada Majelis Permusyawaratan Mahasiswa selaku jembatan penghubung antara mahasiswa dengan kelembagaan untuk menyampaikan kritik dan saran demi perubahan yang positif.

Teknis pelaksanaan kegiatan ini, seluruh mahasiswa dapat mengambil form aspirasi melalui Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Program Studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa.Setelah semua form diisi dan dikumpulkan di MPM, kami memproses aspirasi tersebut untuk diajukan kepada kelembagaan Perbanas Institute.

Apakah sudah punya aspirasi untuk kampus kita? Atau ingin menciptakan perubahan dan menjadi mahasiswa penuh aksi pencari solusi bukan pencaaci maki. Mari ikut berpartisipasi dalam acara Aspiration Day dan mari kita ciptakan perubahan yang positif untuk kampus kita tercinta Perbanas Institute.

Jumat, 08 Mei 2015

Are You The Next Professional Accounting?

Perbanas Institute baru saja mengadakan kegiatan Accounting Exhibition and Discussion (ACSI) XI yang merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA) Perbanas Institute yang diselenggarakan setiap tahun dan pada tahun 2015 ini sudah memasuki tahun kesebelas dengan tema “Akuntan yang Profesionalkah Anda?”. 


Kegiatan ACSI XI diselenggarakan pada tanggal 5 & 6 Mei 2015, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para peserta untuk dapat meningkat kejenjang yang lebih tinggi lagi yaitu untuk mempersiapkan acara Perbanas Accounting Competition (PAC) yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2015. Konsep dan tema ditampilkan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun lalu tetapi tentunya pihak penyelenggara melakukan perubahan yang lebih inovatif pada tahun ini.

Kegiatan ACSI XI terbagi menjadi dua rangkaian acara yaitu perlombaan (babak penyisihan pada tanggal 5 Mei dan Final pada tanggal 6 Mei)  dan seminar. Keynote Speaker pada seminar kali ini adalah orang-orang yang ahli di bidangnya yaitu Dr. Cris Kuntadi, MM., AK., CA., CPA selaku Ketua Komite, Lim Kurniawan Setiadarma,SE., MM., CFE., CKBRL., CIFRS(AICPA) selaku Pengamat Perbankan, dan Roy Imam Wiraharjda, CPA selaku Ketua Tim Implementasi SAK IAI. Perlombaan diikuti oleh 40 tim dimana 12 tim berasal dari angkatan 2013 dan 28 tim berasal dari angkatan 2014. Masing-masing tim memperebutkan juara 1, 2, dan 3 yang akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat, medali, dan juga uang tunai.
Pemenang ACSI tahun ini jatuh kepada Bella Dwi Amalistie Nisei-Sri Sumira sebagai juara 1, Annisa Utami Nurbaiti-Rizki Kurniawan sebagai juara 2, Tafri Dwi Rani-Gilang Adhitya sebagai juara 3 dari angkatan 2013.
Pemenang dari angkatan 2014 yaitu Ina Inayah- Amelia Puji Astuti sebagai juara 1, Sophia Herviani-Tamara Junyansyah sebagai juara 2, dan Mutiara Tirta-Yudya Arif sebagai juara 3.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti ditahun ini melainkan untuk terus berkembang setiap tahunnya, pesan untuk tahun depan yakni semoga ACSI dapat menambah minat, bakat dan wawasan untuk lebih berkembang serta sebagai persiapan atau modal untuk menghadapi AFTA. So guys, bagi kalian yang ingin mengexplore wawasan dan pengetahuan, menambah pengalaman yuk join di ACSI XII.
              
Tim Liputan: Sri Sumira, Mayuko T. dan Januar

Selasa, 14 April 2015

Rene: "Passion Without Creation is Nothing"

     Selasa (14/4/2015) Perbanas Institute mengadakan seminar mengenai entrepreneurship bertemakan ‘passion without creation is nothing’ yang dibawakan oleh Rene suhardono, salah satu dari alumni Perbanas Institute. Seminar ini bertujuan untuk membuka mata mahasiswa/i Perbanas Institute untuk mengikuti passion-nya atau ‘lentera jiwa’. Seminar ini diadakan karena masih banyaknya orang yang kurang diberdayakan padahal memiliki potensi yang baik. Selain itu seminar yang diadakan di auditorium unit 3 ini juga bertujuan untuk saling memberdayakan masyarakat Indonesia.
           Seminar ini berfokus pada passion, karena jika segala sesuatu yang dikerjakan tanpa passion maka hasilnya tidak akan maksimal dan juga sebaliknya. Passion bukanlah pekerjaan yang sedang ditekuni tetapi passion itu terletak pada setiap aktivitas yang dilakukan dan merasa berdaya saat melakukannya. Menurut orang yang terobsesi dengan people passion performance ini, banyak orang yang memiliki potensi baik tetapi tidak pernah diberdayakan karena tidak memiliki passion yang menyebabkan banyak orang menganggur sesuai kata Rene “We can’t find dream job, we build it.


        Saat kami mewawancarai Rene bagaimana kiat-kiat menjadi entrepreneur, ia mengatakan “gaada kiat, berproses aja, gaada shortcut, berproses aja, apapun itu artinya belajar dari gatau menjadi tahu, dari ga peduli menjadi peduli”. Makna dari berproses itu kita harus terus menjalankannya proses untuk menjadi entrepreneur, karena dengan proses lama-kelamaan kita akan mencapai tujuan kita untuk menjadi entrepreneur yang merupakan bentuk dari kreasi dan diimbangi juga dengan adanya passion. Maka sesuai dengan tema seminar ini, setiap passion tanpa adanya kreasi tidak akan menjadi sesuatu yang berarti. (tim redaksi DNI)