Sabtu, 01 Oktober 2016

Pancasila, Dasar Negara Indonesia



                        
Pancasila merupakan dasar bagi Negara kita yaitu bangsa Indonesia dan tepat pada tanggal 1  Oktober seluruh bangsa Indonesia selalu memperingati hari Kesaktian Pancasila yang biasanya dimanfaatkan untuk ajang merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila itu sendiri. Khususnya bagi generasi muda saat ini agar dapat lebih mengenali sejarah kehidupan serta dapat memiliki rasa percaya diri dan kebanggan atas bangsanya sendiri.

Pancasila mengandung makna yang amat penting bagi sejarah perjalanan bangsa Indonesia maka dari itu masyarakat Indonesia harus memliki nilai-nilai dan semangat pancasila. Pancasila adalah dasar negara. Pancasila adalah asal tunggal dan menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia.


Akan tetapi, untuk saat ini nilai-nilai dan semangat pancasila dari negeri ini semakin melemah yang terlihat dari melemahnya kebersamaan dan persaudaraan bangsa Indonesia. Hal ini penting sekali khususnya bagi generasi muda bangsa ini, di tengah terpaan pengaruh global, kita seharusnya menguatkan dan memperlengkapi diri agar tidak terjebak dalam arus global. Salah satunya dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Nilai-nilai itulah yang menjadi dasar untuk membangun kembali jati diri bangsa ini. Maka dari itu pada hari kesaktian pancasila merupakan kesempatan yang baik untukkita generasi penerus dalam mengimplementasikan dan membumikan kembali dasar negara kita, Pancasila.


Tim editor: M.Noor

Wawasan Baru dari CIDES




Bertepatan pada 23 September 2016, Organisasi dibawah naungan Bapak Rudi Wahyono selaku Direktur Eksekutif CIDES Indonesia mengadakan acara Dialog Nasional Pembangunan Berkelanjutan. Acara yang  bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat  agar lebih empati terhadap isu terkini bertempat di Kementrian Ristek dan Dikti yang terbagi menjadi 2 sesi.
Pada sesi 1 yang bertemakan “Optimalisasi Dana Repatriasi dan Tax Amnesty Untuk Pembangunan Berkelanjutan”   membicarakan mengenai Tax Amnesty dan Investasi. Menurut Menkeu Indonesia, potensi dana orang Indonesia beredar lebih dari Rp 11.400 T. Potensi yang melebihi dari PDB. Orang-orang kaya Indonesia secara individu menyimpan US $150M atau sekitar Rp1500 T di bank Singapura .
Tarif tax amnesty yang berlaku hingga 30 September yakni 2%, oleh karena jangka waktu yang pendek membuat perusahaan menjadi ragu untuk berpartisipasi. Berbeda dengan tarif yang diterapkan setelahnya yakni naik 1% dari sebelumnya dan diterapkan hingga 31 Maret 2017.Antusias masyarakat hingga saat ini terlihat dari dana yang masuk mencapai Rp 3,5 T.


Sesi  1 juga yang menghadirkan pakar dibidang ekonomi seperti Mukhaer Pakanna (Peneliti senior ekonomi CIDES), Fuad Bawazir (Peneliti Senior Ekonomi Pembangunan), Ardianto Basuki  (DirjenPajak)dan dipandu oleh seorang moderator yaitu Peneliti CIDES Indonesia , Pandu Wibowo. 


Tak kalah serunya dengan sesi 1, di siang harinya Sesi 2 juga menghadirkan mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Anton Apriantono tahun 2004 s/d 2009, Juda Agung (Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia), dan Thomas Darmawan selaku ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia.
Pada sesi 2 dengan topik “ La Nina 2016: Strategy Swasembada Pangan & Pengendalian Inflasinya”. Menurut Yuda Agung selaku perwakilan  Bank Indonesia mengenai inflasi yang ada yakni  inflasi harga pangan di Indonesia mencapai  5% dari tahun-tahun sebelumnya seperti pangan nabati dan pangan hewani.  Tahun ini La Nina atau badai hujan di prediksi lemah karena dampak pangan yang tidak memadai dan harus diimpor.
Dialog yang begitu bermanfaat untuk kalangan umum ini direncanakan akan diadakan ditahun berikutnya sesuai dengan update era globalisasi. So, ditunggu ya guys acara keren dari CIDES!!


Tim Liputan : Yaohan, M.Noor, Ferry & Derris
Tempat: Kementrian Ristek dan Dikti


Selasa, 27 September 2016

The Musical Theater in Perbanas Institute!









Seribu Nada Kastik (Senatik), acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kastik bulan maret lalu (Part I) dan 22 September 2016 (Part II) berlangsung dengan sukses dengan  konsep baru dalam Senatik yaitu “Musical Theater” dengan tema “Patriot Nation Reborn”. Para pemain dan panita mempersiapkan acara ini dalam jangka waktu 2 bulan agar dapat mempersembahkan Musical Theater yang menakjubkan tadi malam.
Menurut panitia, konsep baru yang ditampilkan ini diharapkan ngga hanya untuk menghibur dengan musik-musik tradisional dan modern, tapi juga dapat membangkitkan semangat nasionalisme dengan mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan dan perjuangannya sampai kita bisa melakukan sesuatu dengan bebas tanpa rasa takut sekutu datang, ujar Usman selaku Ketua Pelaksana Senatik 2016 Part II.

Nah kalau testimoni dari penonton gimana ya?


Bagus bagus, jujur pertama kali melihat kolaborasi musik dan theater! Kalo bisa ini terus dikembangkan lagi. (Ali Mudakhir-Akuntansi-2014)

Acara Senatik kali ini seru banget karena berbeda dari tahun sebelumnya! Kasih kesan untuk para mahasiswa tentang nasionalisme. Semoga Kastik bisa ngadain acara lebih keren lagi! (Vivi-Akuntansi-2013)


Musical Theaternya bagus banget apalagi ini konsep baru yang pertama kali ditampilkan Kastik, Ohya kalo bisa durasinya diperpanjang lagi! Semoga tahun depan Kastik bisa menampilkan yang lebih bagus!! (Diyah Kumalasari-Akuntansi-2014)

Keren banget theaternya, parah! Theaternya diperpanjang lagi soalnya ini keren banget! Semoga Senatik 2017 lebih kece lagi! (Della-Manejemen-2013)

Baru kali ini nonton Senatik 2016, keren banget musik-musiknya terutama theaternya sih, Makin keren Kastik! (Puspa-Akuntansi-2013)

Seru banget! Jarang banget kan acara musik mengambil tema kepahlawanan jadi bisa membangkitkan semangat nasionalisme gitu. Senatik tahun depan ada guest starnya dong kolaborasi sama anggota kastiknya! (Aya-Manajemen-2015)


Wah kayaknya seru-seru banget yaaa dari testimoninya...emang aslinya juga seru kok! Yang belum sempet nonton Senatik, tunggu Senatik 2017 yang pasti bakalan keren juga ya

Penulis: Bella & Mira


Asah Jiwa Entrepreneurship di PCF XVI




Fenomena Enterpreneur di kalangan anak muda beberapa tahun terakhir ini memang makin populer. Memulai kegiatan usaha membuat kalangan muda memiliki penghasilan yang tidak mengganggu studinya, dengan banyaknya media social dan aplikasi lainnya yang membantu untuk menjalankan usahanya. Apalagi sudah banyak seminar, buku dan kalimat motivasi dalam memulai kegiatan enterpreneur.
Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Perbanas Institute telah rutin selama 16 tahun menjalankan program kerjanya yaitu Perbanas Co-operative Fair (PCF) XVI pada tanggal 21 september 2016 yang lalu. Acara ini disebut sebagai acara PCF dengan tema "No Gain Without Pain" dengan pembicara Muhammad Assad dan  Suroto HC, dan Fitri Ari Purwoyanto sebagai moderator. Acara ini di selenggarakan setiap tahunnya. Selain itu KOPMA juga telah mengadakan berbagai acara, diantara nya adalah Bazar, donor darah, dan lomba Entrepeneur.





Acara yang diselenggarakan selama satu minggu ini cukup ramai dan menarik perhatian para mahasiswa dengan acara bazar terdiri dari 29 stand yang menjual aneka makanan, clothing dan aksesoris. Bazar dibuka selama 5 hari dari jam 08.00 sampai jam 15.00. Acara ini juga dilengkapi dengan donor darah dan lomba entrepreneur dengan penilaian lomba dimulai dari banyak nya penjualan sampai dengan pembuatan laporan keuangan. Tentunya, pemenang juga akan mendapatkan piala, uang tunai, dan sertifikat. 
Jadi, diharapkan acara PCF diadakan untuk menarik mahasiswa menjadi seorang Entrepeneur dan sekaligus sebagai ajang latihan untuk mengembangkan mahasiswa dalam kewirausahaan.





Penulis: Auto & Sri