Senin, 17 Oktober 2016

PAC 16: Bergaya Vintage Bikin Beda






Selasa, 4 Oktober 2016 Perbanas Institute Accounting(PAC) yang ke 16 dengan tema  "The Importance Of Intrrnational Automatic Exchange Of Information In creading Transparency Of Financial Information" dan memiliki rangkaian acara selama 2 hari berhasil diselenggarakan dengan meriah. Hari pertama yaitu acara seminar dan hari kedua yaitu debat Akuntansi tingkat nasional. Acara seminar diisi Luluk Lukmiyati sebagai moderator, Permana Adi Saputra S.E, Ak., CA., SH., MM sebagai keynote speach dan Ir. Abdul Gofur S.H, M.Ec, Indah Iramadhini dan Freddy Kurnianto sebagai speakers. Acara debat Akuntansi tingkat nasional yang memiliki jumlah peserta raturan orang ini menghadirkan 40 tim hingga menjadi 28 tim setelah tahap seleksi.
Peserta lomba akuntansi tingkat nasional dihadiri oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta, diantara nya ada universitas Katholik, Universitas Telkom, Universitas Sebelas Maret, Trisakti School Of Management, STEI Tazkia, Universitas Tarumanegara, Universitas Trilogi, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Parahyangan, Podomoro Universty, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Indonesia, UPN, Universitas Neegri Semarang dan President Universty. Tidak hanya itu  juri juga dihadirkan dari luar kampus, diantara nya ada Dr. Susi Dwimulyani, Ak., CA, Dr. Gatot Achmad Nazir, M.Si, Dr. Zulkifli Rangkuti. Acara debat yang memiliki hadiah Rp. 33.000.000 ini memiliki pemenang Universitas Indonesia berhasil mendapatkan juara 1 diikuti oleh Trisakti School of Managemet Tim 2 Juara 2 dan Juara 3 dan Harapan 1 direbut oleh Universitas Tarumanegara Tim 1 dan Tim 2. Selamat untuk Para Pemenang!
Keistimewaan dari acara PAC tahun ini adalah tema PAC berbeda dengan tahun sebelum nya, yaitu menggunakan tema Vintage yang lebih modern. Pada tahun sebelum-sebelum nya, PaC selalu di adakan dengan sistem semi final dan lomba biasa. Akan tetapi sekarang di ganti dengan debut tentang materi seminar.
Jadi, tunggu apalagi ayo ikuti acara debat tahun depan dan menangkan hadiah total jutaan rupiah. Acara ini juga di harapkan bermanfaat bagi peserta lomba, panitia dan bisa merekrut LO mahasiswa semester baru!

Tim liputan : auto,fery dan husnul

Sabtu, 01 Oktober 2016

Pancasila, Dasar Negara Indonesia



                        
Pancasila merupakan dasar bagi Negara kita yaitu bangsa Indonesia dan tepat pada tanggal 1  Oktober seluruh bangsa Indonesia selalu memperingati hari Kesaktian Pancasila yang biasanya dimanfaatkan untuk ajang merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila itu sendiri. Khususnya bagi generasi muda saat ini agar dapat lebih mengenali sejarah kehidupan serta dapat memiliki rasa percaya diri dan kebanggan atas bangsanya sendiri.

Pancasila mengandung makna yang amat penting bagi sejarah perjalanan bangsa Indonesia maka dari itu masyarakat Indonesia harus memliki nilai-nilai dan semangat pancasila. Pancasila adalah dasar negara. Pancasila adalah asal tunggal dan menjadi sumber dari segala sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia.


Akan tetapi, untuk saat ini nilai-nilai dan semangat pancasila dari negeri ini semakin melemah yang terlihat dari melemahnya kebersamaan dan persaudaraan bangsa Indonesia. Hal ini penting sekali khususnya bagi generasi muda bangsa ini, di tengah terpaan pengaruh global, kita seharusnya menguatkan dan memperlengkapi diri agar tidak terjebak dalam arus global. Salah satunya dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Nilai-nilai itulah yang menjadi dasar untuk membangun kembali jati diri bangsa ini. Maka dari itu pada hari kesaktian pancasila merupakan kesempatan yang baik untukkita generasi penerus dalam mengimplementasikan dan membumikan kembali dasar negara kita, Pancasila.


Tim editor: M.Noor

Wawasan Baru dari CIDES




Bertepatan pada 23 September 2016, Organisasi dibawah naungan Bapak Rudi Wahyono selaku Direktur Eksekutif CIDES Indonesia mengadakan acara Dialog Nasional Pembangunan Berkelanjutan. Acara yang  bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat  agar lebih empati terhadap isu terkini bertempat di Kementrian Ristek dan Dikti yang terbagi menjadi 2 sesi.
Pada sesi 1 yang bertemakan “Optimalisasi Dana Repatriasi dan Tax Amnesty Untuk Pembangunan Berkelanjutan”   membicarakan mengenai Tax Amnesty dan Investasi. Menurut Menkeu Indonesia, potensi dana orang Indonesia beredar lebih dari Rp 11.400 T. Potensi yang melebihi dari PDB. Orang-orang kaya Indonesia secara individu menyimpan US $150M atau sekitar Rp1500 T di bank Singapura .
Tarif tax amnesty yang berlaku hingga 30 September yakni 2%, oleh karena jangka waktu yang pendek membuat perusahaan menjadi ragu untuk berpartisipasi. Berbeda dengan tarif yang diterapkan setelahnya yakni naik 1% dari sebelumnya dan diterapkan hingga 31 Maret 2017.Antusias masyarakat hingga saat ini terlihat dari dana yang masuk mencapai Rp 3,5 T.


Sesi  1 juga yang menghadirkan pakar dibidang ekonomi seperti Mukhaer Pakanna (Peneliti senior ekonomi CIDES), Fuad Bawazir (Peneliti Senior Ekonomi Pembangunan), Ardianto Basuki  (DirjenPajak)dan dipandu oleh seorang moderator yaitu Peneliti CIDES Indonesia , Pandu Wibowo. 


Tak kalah serunya dengan sesi 1, di siang harinya Sesi 2 juga menghadirkan mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Anton Apriantono tahun 2004 s/d 2009, Juda Agung (Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia), dan Thomas Darmawan selaku ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia.
Pada sesi 2 dengan topik “ La Nina 2016: Strategy Swasembada Pangan & Pengendalian Inflasinya”. Menurut Yuda Agung selaku perwakilan  Bank Indonesia mengenai inflasi yang ada yakni  inflasi harga pangan di Indonesia mencapai  5% dari tahun-tahun sebelumnya seperti pangan nabati dan pangan hewani.  Tahun ini La Nina atau badai hujan di prediksi lemah karena dampak pangan yang tidak memadai dan harus diimpor.
Dialog yang begitu bermanfaat untuk kalangan umum ini direncanakan akan diadakan ditahun berikutnya sesuai dengan update era globalisasi. So, ditunggu ya guys acara keren dari CIDES!!


Tim Liputan : Yaohan, M.Noor, Ferry & Derris
Tempat: Kementrian Ristek dan Dikti


Selasa, 27 September 2016

The Musical Theater in Perbanas Institute!









Seribu Nada Kastik (Senatik), acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kastik bulan maret lalu (Part I) dan 22 September 2016 (Part II) berlangsung dengan sukses dengan  konsep baru dalam Senatik yaitu “Musical Theater” dengan tema “Patriot Nation Reborn”. Para pemain dan panita mempersiapkan acara ini dalam jangka waktu 2 bulan agar dapat mempersembahkan Musical Theater yang menakjubkan tadi malam.
Menurut panitia, konsep baru yang ditampilkan ini diharapkan ngga hanya untuk menghibur dengan musik-musik tradisional dan modern, tapi juga dapat membangkitkan semangat nasionalisme dengan mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan dan perjuangannya sampai kita bisa melakukan sesuatu dengan bebas tanpa rasa takut sekutu datang, ujar Usman selaku Ketua Pelaksana Senatik 2016 Part II.

Nah kalau testimoni dari penonton gimana ya?


Bagus bagus, jujur pertama kali melihat kolaborasi musik dan theater! Kalo bisa ini terus dikembangkan lagi. (Ali Mudakhir-Akuntansi-2014)

Acara Senatik kali ini seru banget karena berbeda dari tahun sebelumnya! Kasih kesan untuk para mahasiswa tentang nasionalisme. Semoga Kastik bisa ngadain acara lebih keren lagi! (Vivi-Akuntansi-2013)


Musical Theaternya bagus banget apalagi ini konsep baru yang pertama kali ditampilkan Kastik, Ohya kalo bisa durasinya diperpanjang lagi! Semoga tahun depan Kastik bisa menampilkan yang lebih bagus!! (Diyah Kumalasari-Akuntansi-2014)

Keren banget theaternya, parah! Theaternya diperpanjang lagi soalnya ini keren banget! Semoga Senatik 2017 lebih kece lagi! (Della-Manejemen-2013)

Baru kali ini nonton Senatik 2016, keren banget musik-musiknya terutama theaternya sih, Makin keren Kastik! (Puspa-Akuntansi-2013)

Seru banget! Jarang banget kan acara musik mengambil tema kepahlawanan jadi bisa membangkitkan semangat nasionalisme gitu. Senatik tahun depan ada guest starnya dong kolaborasi sama anggota kastiknya! (Aya-Manajemen-2015)


Wah kayaknya seru-seru banget yaaa dari testimoninya...emang aslinya juga seru kok! Yang belum sempet nonton Senatik, tunggu Senatik 2017 yang pasti bakalan keren juga ya

Penulis: Bella & Mira