Jumat, 18 September 2020

BULUTANGKIS SEMAKIN MEMANTAPKAN PERSIAPAN DI KEJUARAAN PIALA THOMAS DAN UBER 2020


Sumber : Akun resmi Instagram Bulutangkis Indonesia ( @badminton.ina )

Kejuaraan piala Thomas dan Uber sudah semakin didepan mata. Perhelatan olahraga sektor bulutangkis ini akan berlangsung di Aarhus, Denmark, pada tanggal 3-11 Oktober 2020. Sebelumnya, piala Thomas dan Uber akan berlangsung September 2020 akhir, namun diubah menjadi tanggal 3-11 Oktober 2020 karena wabah covid-19. Federasi Bulutangkis Indonesia (PBSI) menunjukkan keseriusannya dalam ajang ini. PBSI bekerja sama dengan Mola TV dan Djarum Foundation untuk membuat simulasi piala Thomas dan Uber pada tanggal 1-11 September 2020 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Event seperti ini bukan hal yang baru, sebab pada 24 Juni hingga 24 Juli 2020 lalu telah diselenggarakan Mola TV PBSI Home Tournament yang bertujuan untuk membangktikan gairah kompetisi para atlet yang telah lama terbungkam oleh wabah covid-19. Dan benar saja, dengan diadakan Home Tournament seperti ini memberikan angin segar bari para atlet karena dapat merasakan atmosfer pertandingan yang telah lama ditunggu-tunggu. Berikut daftar juara Mola TV PBSI Home Tournament:

1).Ganda Putra: Fajar Alfian/ Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

2).Ganda Campuran: Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti.

3).Ganda Putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti/ Ribka Sugiarto.

4). Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting.

5). Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung.

Untuk pembagian tim di Mola TV Simulasi Piala Thomas dan Uber sendiri terbagi 4 tim yang terdiri dari:

1.Tim Garuda: Anthony Sinisuka Ginting (MS1), Ikhsan Leonardo Immanuel Rumbay (MS2), Syabda Perkasa Belawa (MS3), Leo Rolly Carnando/ Daniel Marthin (MD1) dan Muhammad Shohibul Fikri/ Bagas Maulana (MD2).

2.Tim Rajawali: Jonathan Christie (MS1), Karono (MS2), Bobby Setiabudi (MS3), Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto (MD1) dan Yeremian Erich Yoche Yacob Rambitan/ Pramudya Kusumawardana (MD2).

3.Tim Banteng: Shesar Hiren Rustavito (MS1), Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu (MS2), Yonathan Ramlie (MS3), Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan (MD1) dan Muhammad Reza Pahlevi Isfahani/ Sabar Karyaman Gutama (MD2).

4.Tim Harimau: Chico Aura Dwi Wardoyo (MS1), Firman Abdul Kholik (MS2), Christian Adinata (MS3), Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon (MD1) dan Wahyu Nayaka  Arya. P/ Amri Syahnawi (MD2).

Tim Rajawali yang digawangi oleh Jonathan Christie keluar sebagai pemenang dan tim Garuda yang berkapten Anthony Sinisuka Ginting keluar sebagai runner up. Bobby Setiabudi dari tim Rajawali menutup kemenangan sempurna 5-0 dan berhasil membayar kekalahannya yang ia alami sepanjang simulasi.

Sumber: Bobby Setiabudi setelah pertandingan kemenangan ,Instagram Bulutangkis Indonesia (@badminton.ina)

“ Dari awal saya sudah in ke pertandingan, mainnya nothing to lose saja, karena sebelumnya sudah kalah dua kali. Motivasi dari tim sangat berpengaruh, tapi dari diri saya juga harus ada inisiatif untuk bangkit,” Ungkap Bobby seusai pertandingan.

“ Banyak hal yang saya dapat di simulasi ini, semoga saya bisa seperti senior-senior saya yang bisa bangkit sampai nanti akhirnya bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi juara dunia,” kata Bobby.

Berhasil menjadi juara, tim Rajawali diguyur hadiah sebesar Rp. 100 juta, sedangkan runner up tim Garuda mendapat hadiah senilai Rp. 50 juta.

Mola TV Simulasi Piala Thomas dan Uber  selesai pada hari jum’at 11 September 2020.

 

                                                                                   Penulis: Nabila Tiara Adhani


Kamis, 17 September 2020

JAKARTA: KALIAN DI RUMAH LAGI YA!

 Jakarta PSBB total lagi? Oh, no! Anak muda ibu kota pasti kompak mengeluh. Ya, 14 September Jakarta kembali melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Selain itu hampir penuh nya rumah sakit akibat pasien covid yang terus meningkat dan tingginya angka kematian akibat covid  juga menjadi alasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan  kembali melakukan PSBB total. Hingga (13/09/2020) menurut Data Pemantauan Covid-19 (corona.jakarta.go.id) pasien dirawat akibat covid di Jakarta sudah 4.684 dan akan terus meningkat apabila kita tidak memutus rantai penularannya.

sumber foto: news.detik.com

Maka dari itu mulai hari Senin, 14 September 2020 semua aktivitas seperti di tempat ibadah, tempat hiburan, tempat makan, dan transportasi publik kembali di larang. Kegiatan kantor non-esensial juga akan dilakukan dari rumah. Namun, ada 11 bidang usaha yang masih diperbolehkan tetapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus covid-19 seperti di bidang kesehatan, bahan pangan, logistik, energi, komunikasi & teknologi informasi, dan beberapa bidang lainnya.

sumber foto: urbanasia.com

Diharapkan dengan langkah ini dapat menekan angka kenaikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Nah, untuk anak muda ibu kota tahan lagi ya pergi keluarnya! Kalian masih bisa ngopi dan makan di rumah kok, kan bisa pesan antar. Girls, lanjutkan home treatment wajah kalian sambil berburu promo belanja di e-commerce kesayangan. Jangan lupa juga untuk jaga kesehatan.

Jumat, 11 September 2020

Folklore Saved 2020!

 

sumber foto: twitter.com/taylorswift13

Pada tanggal 24 Juli 2020 lalu Taylor Swift baru saja merilis album kedelapan yang diberi nama Folklore. Penyanyi 30 tahun itu memberi kejutan para penggemarnya dengan mengumumkan jadwal perilisan albumnya di Twitter pribadi miliknya beberapa jam sebelum dirilis. Bersamaan dengan itu, Taylor Swift juga merilis musik video dari salah satu lagu di album ini yang berjudul Cardigan dan hingga kini musik videonya sudah ditonton hampir 60 juta kali di kanal Youtube miliknya.

Folklore berbeda dari album-album Taylor sebelumya, yaitu Self-titled (Taylor Swift), Fearless, Speak Now, Red, 1989, reputation, dan Lover. Kali ini Taylor memilih genre folk dan alternatif untuk albumnya.

BOOM! Hasilnya sampai saat ini (9/3/2020) Folklore masih menduduki peringkat satu di billboard 200 chart. Taylor mengatakan bahwa Folklore ditulis olehnya selama karantina di rumah dan ia juga mengatakan bahwa semua keinginan, impian, ketakutan dan hasil renungannya tertuang ke dalam album ini. Taylor berhasil mengerjakan Folklore selama 4 bulan bersama dengan Aaron Dessner, Jack Antonoff dan Bon Iver. Di dalam album kedelapan ini terdapat 16 lagu dan 1 bonus track dalam edisi album deluxe, yaitu:

ü  he 1

ü  Cardigan

ü  The last great american dynasty

ü  Exile (ft. Bon Iver)

ü  My tears ricochet

ü  Mirrorball

ü  Seven

ü  August

ü  This is me trying

ü  Illicit affairs

ü  Invisible string

ü  Mad woman

ü  Epiphany

ü  Betty

ü  Peace                                                                       

ü  Hoax

ü  The lakes (bonus track)



sumber foto: theguardian.com

Swifties, sebutan untuk para penggemar Taylor swift juga mengatakan jika Taylor Swift berhasil menyelamatkan tahun 2020. Mereka awalnya tak mengira bahwa Taylor benar-benar merilis albumnya di masa isolasi akibat pandemi dan mereka benar-benar berterima kasih pada bintang Miss Americana ini. Terbukti dalam waktu 24 jam, secara global Folklore berhasil terjual sebanyak 1,3 juta copy. Jadi, apa lagu yang menjadi favorit kalian di album Folklore ini, guys?

                                                             

                                                                                          Penulis: Rayyan. R. T.  

Rabu, 09 September 2020

Fakta Menarik tentang Korean Garlic Cheese Bread dan Cara Pembuatannya

 

Sumber foto: femina.co.id

Akhir-akhir ini, varian roti yang berasal dari kota Gangneung, Provinsi Gangwon, Korea Selatan sedang tren di Indonesia. Yap, roti itu dinamakan Korean Garlic Cheese Bread. Siapa sangka, awalnya Korean Garlic Cheese Bread merupakan jajanan kaki lima di Seoul. Korea Selatan memang memiliki banyak jenis makanan yang sampai viral di Indonesia. Salah satunya yaitu Korean Garlic Cheese Bread yang sudah banyak dijual di toko-toko roti hingga pedagang makanan online. Selain itu, banyak toko roti dan pedagang makanan online yang menambahkan topping pada roti tersebut sehingga menghasilkan banyak varian yang telah dikreasikan.

Selanjutnya, ada beberapa fakta mengenai kesehatan pada Korean Garlic Cheese Bread. Korean Garlic Cheese Bread ini memiliki banyak kandungan lemak karena terdapat bahan-bahan seperti susu, mentega, cream cheese, dan lain-lain. Selain itu, khasiat pada bawang putih atau garlic yang digunakan tidak memberikan efek bagi tubuh karena mayoritas bahan-bahan mengandung lemak serta jumlah bawang putih yang sedikit.

Selain itu, pada roti terbagi menjadi enam sisi. Hal itu dilakukan agar bentuk roti dapat menyerupai satu siung bawang putih. Rasa pada Korean Garlic Cheese Bread terdapat rasa gurih dan juga manis. Semasa pandemi ini, banyak orang yang mencoba membuat Korean Garlic Cheese Bread versi rumahan dan cara membuatnya sederhana serta bahan-bahan yang digunakan juga mudah dicari. Berikut bahan-bahan dan langkah-langkah untuk membuat Cheese Bread versi rumahan.

Bahan-Bahan:

-        -.   3 sdm parmesan bubuk

Roti:

  •    250 ml susu cair hangat
  •    30 g gula pasir
  • 8 g ragi instan
  •  400 g tepung terigu protein tinggi
  •  3 sdm susu bubuk
  • 2 butir telur ayam
  • ½ sdt garam
  • 100 g mentega tawar

Cream Cheese, Kocok Hingga Lembut:

  • 400 g cream cheese
  • 100 ml whipping cream
  • 60 g gula bubuk

Garlic Butter, Aduk Rata:

  • 400 g mentega asin, lelehkan
  • 8 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 2 sdt oregano bubuk

Langkah-Langkah:

  1. Roti: Aduk rata susu cair, gula pasir, dan ragi. Diamkan hingga berbui
  2. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, telur, garam, dan susu cair ke dalam mixing bowl, aduk hingga rata. Tambahkan mentega, uleni hingga kali
  3.  Tutup adonan dengan plastik wrap, diamkan hingga mengembang dua kali lipat (45 - 60 menit)
  4. Kempiskan adonan, bagi adonan menjadi 8 bagian sama rata, bulatkan.
  5. Susun adonan di atas loyang datar beralas baking paper, beri jarak 5 cm. Tutup dengan plastic wrap, diamkan kembali hingga mengembang dua kali lipat (30 menit).
  6. Panggang dalam oven panas suhu 180 C hingga matang (15 - 20 menit). Keluarkan, biarkan dingin. Potong tidak sampai putus setiap roti menjadi 8 bagian.
  7. Cream cheese: Kocok semua bahan hingga lembut. Masukkan ke dalam plastik segitiga. Sisihkan.
  8.  Garlic butter: Lelehkan mentega, diamkan hingga tidak panas. Tambahkan bawang putih, telur, dan oregano bubuk, aduk rata. Sisihkan.
  9.  Ambil 1 buah roti, semprotkan cream cheese ke setiap sela-sela roti.
  10.  Celupkan roti secara cepat ke dalam larutan garlic butter.
  11.   Susun roti di atas loyang datar. Berikan taburan keju parmesan bubuk di atasnya. Panggang dalam oven panas suhu 180 C hingga kecokelatan (20 - 25 menit). Keluarkan, sajikan segera 
Begitulah beberapa fakta yang ada pada Korean Garlic Cheese Bread serta cara pembuatannya yang simple versi rumahan. Selamat mencoba

Penulis Artikel: Novita

Senin, 07 September 2020

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntasi (HIMA) Perbanas Institute Mengadakan Seminar tentang Peran Digital Payment terhadap Ekonomi Indonesia.

     

    Jakarta 7 september 2020 - Banyaknya keterbatasan dalam mengadakan kegiatan keramaian di banyak tempat akibat dampak covid-19. Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntasi (HIMA) tidak menjadikan kreatifitasnya terhenti oleh keterbatasan yang tengah dialami. Himpunan ini dalam pimpinan Claudia Cindy baru saja mengadakan Seminar Nasional dengan tema “ The Role of Digital Payment System to Face the Economy of Indonesia in 4.0 Industry Era”, yang dipimpin oleh Saudara Faisal dari jurusan S1 Akuntasi Perbanas Institute selaku ketua pelaksana.



Karena seminar ini diadakan ditengah masa pandemi, panitia memilih menggunakan aplikasi zoom sebagai tempat seminarnya, dimulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Proses registrasi peserta dimulai 15 menit sebelum acara. Peserta seminar melibatkan delegasi setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) kampus Perbanas Institute serta mahasiswa kampus lain. Moderator pada seminar kali ini ialah  Bapak Rizal Mawardi dan pembicara Ibu Invonne Munte selaku Strategic Program Manager Dana Indonesia.

Mulainya acara seminar ditandai dengan pembukaan oleh mc dan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, salah satunya sambutan oleh ketua pelaksana yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta. Setelah itu, masuk ke acara inti yang diisi oleh Ibu Invonne Munte. 


Menurut Ibu Invonne Munte, “peningkatan digital payment akibat covid-19 sangat drastis. Masyarakat sudah banyak yang mempunyai digital payment untuk transaksi kebutuhan mereka.



Ibu Invonne Munte menyajikan sebuah grafik tentang peningkatan penyediaan layanan keuangan inklusif. Beliau juga menjelaskan bahwa penetrasi ponsel cerdas melebihi penetrasi rekening bank. Masyarakat sekarang sudah banyak yang memilih fleksibilitas dengan menggunakan handphone untuk bertransaksi. Pembayaran melalui tradisional seperti kartu kredit atau debit sudah mulai jenuh. Sehingga masyarakat memberi ruang sedikit untuk berinovasi melalui dompet ponsel. Pertumbuhan eksponensial terhadap smartphone maupun e-money memberikan banyak peluang bagi fintech untuk berinovasi pada domain tersebut.


Senin, 17 Agustus 2020

Suasana Baru Kemerdekaan di tengah Pandemi

Selamat 75 Tahun Hari Kemerdekaan Indonesia (Foto : Hanifa Zsalsazsabila Putri) 

Jakarta - Hari Kemerdekaan, apa yang pertama kali anda pikirkan jika mendengar kata tersebut? Mungkin anda akan menjawab upacara, libur, lomba makan kerupuk, dan lain-lain. Tapi jika anda lihat lebih dalam, hari Kemerdekaan sebenarnya memiliki makna lebih dari itu semua. 

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang sudah melewati latihan keras melawan terik sinar matahari demi sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih, panitia 17 Agustus rumahan yang mengorbankan waktu dan tenaganya agar acara lomba berjalan dengan lancar dan tertib, serta  sekumpulan ibu-ibu RT berdebat antara menyajikan nasi uduk atau nasi kuning pada hari acara.

Sepasang kakak adik berlatih lomba balap karung demi hadiah juara pertama yaitu sepasang tempat bekal baru. Gadis remaja yang mengumpulkan uang jajan selama tiga bulan terakhir untuk membeli barang diskon 17 Agustus di pusat perbelanjaan.

Tentu makna dari hari Kemerdekaan bagi setiap orang pastinya berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, hari Kemerdekaan sudah melekat erat dalam kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia yang bertujuan meningkatkan kebersamaan dan persatuan. Tapi, tahun ini kita akan merayakannya dalam cara yang baru dan berbeda dari sebelumnya. 

Tidak lain tidak bukan, karena sekarang kita sedang dihadapkan oleh Pandemi Covid-19 yang sudah melanda dunia selama tujuh bulan terakhir. Upacara kemerdekaan yang rutin dihelat setiap 17 Agustus pagi di Istana Negara, Gambir, Kota Jakarta Pusat, tahun ini akan dilaksanakan secara lebih sederhana, minimalis, dan tentu mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona jenis baru. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga tetap akan melaksanakan upacara peringatan HUT RI ke-75. Upacara tersebut dilaksanakan dengan membatasi jumlah peserta upacara dan akan disiarkan secara daring. 

Agenda rutin tahunan berupa karnaval, pawai, termasuk lomba drumben pun tahun ini ditiadakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika perayaan 17 Agustus bisa tetap digelar namun dengan memperhatikan protokol kesehatan, begitu juga dengan perlombanya.

Ia pun memberikan gambaran lomba yang bisa tetap dilakukan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan RI di tengah pandemi. "Seperti lomba senam berjarak, untuk betul-betul kita bisa melatih jaga jarak dan ini khususnya senam yang menyehatkan untuk bapak ibu di Indonesia." kata Wiku, Kamis (13/8). 

Tak hanya itu saja, masyarakat juga bisa mengadakan lomba yel-yel menggunakan bahasa daerah. Namun tentu saja dalam pelaksanaannya tetap memakai masker. "Yang kedua contoh lain lomba yel-yel menggunakan bahasa daerah untuk pakai masker menggunakan kearifan lokal dengan bahasa daerah khususnya ini untuk anak-anak muda," ujar Wiku. (news.detik.com)

Lomba lainnya adalah mencuci tangan. Lomba cuci tangan diharapkan bisa memberikan contoh yang baik untuk membiasakan anak-anak bangsa untuk menjaga diri mereka tetap bersih. (news.detik.com) Intinya, kita tidak boleh lengah dan tetap menjalani protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah. 

Namun bagi yang tidak berpartisipasi atau yang tidak menggelar lomba jangan khawatir, karena hari kemerdekaan tak melulu tentang lomba makan kerupuk, panjat pinang, atau balap karung. Mungkin akan terdengar membosankan atau hambar, akan tetapi hal ini mengajarkan kita bahwa cara memaknai kemerdekaan bukan hanya di lapangan saja. 

Selain itu, hal ini juga memberi kesempatan yang sangat besar untuk lebih mendekatkan diri terhadap sesama anggota keluarga yang biasanya sibuk pada hari Kemerdekaan. Kita bisa merayakannya di rumah bersama keluarga, misalnya memasak bersama atau membuat kreasi unik yang kreatif dengan bahan bahan yang ada di rumah.


Penulis : Kartika Vennasa Prameswari

Sumber : news.detik.com


 





Rabu, 18 Maret 2020

PERBANAS JOURNALISTIC WEEK 2020 "Jurnalis yang Berintegritas."



Perbanas Journalistic Week (PJW), salah satu program kerja Dinamika New Image yang selalu diselenggarakan tiap tahunnya. Setelah sukses menggelar acara tahun lalu yang dikonsepkan sebagai acara talkshow, pada Perbanas Journalistic Week 2020 pada 10 Maret 2020 kemarin, Dinamika New Image mengundang Djati Darma, seorang jurnalis di Liputan 6 sebagai moderator, dan Andovi da Lopez, salah satu youtuber terkenal dengan akun youtube SkinnyIndonesian24 yang digarap bersama kakaknya, Jovial da Lopez, sebagai narasumber.
Tahun ini Dinamika New Image juga turut mengundang siswa-siswi tingkat SMA sebagai peserta talkshow. Ada sebanyak kurang lebih 60 siswa yang datang. Sebelum acara dimulai, para siswa diantarkan untuk melihat-lihat lingkungan dan fasilitas kampus yang ada sekaligus memperkenalkan Perbanas Institute. 

Rangkaian acara Perbanas Journalistic Week 2020 setelah talkshow adalah charity. Dinamika New Image mengadakan penggalangan dana bagi mahasiswa dan civitas Perbanas Institute, maupun masyarakat luar kampus yang ingin menitipkan sedikit pendapatannya untuk acara sosial. Yang dimana hasil penggalangan dana tersebut diberikan ke Panti Sosial "Wisma Tuna Ganda", yang berada di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Tema yang diambil tahun ini adalah Journalism in Industry 4.0. Membahas bagaimana menjadi jurnalis yang berintegritas dikala industri 4.0 yang serba digital dan banyak hoax. Seperti yang dibahas oleh Andovi dan Djati Darma, belakangan ini banyak jurnalis yang menerapkan clickbait. Mereka menekankan bahwa integritas sebagai jurnalis harus lebih penting daripada views yang didapat. Namun, masih ada beberapa jurnalis yang lebih mementingkan click dan views atas berita yang disampaikannya, tidak mencerminkan isi beritanya yang berkualitas. 

Di awal acara, ditampilkan salah satu video yang di upload oleh Andovi di akun youtubenya yang berjudul "Prabowo vs Jokowi - Epic Rap Battles of Presidency." Andovi mengatakan, tujuan dari dibuatkannya video ini adalah untuk memberitahu generasi muda, terutama untuk mereka yang masih awam dalam urusan politik serta mereka yang masih baru untuk pertama kalinya melakukan pemilu, bahwa politic can be fun. Entertaiment yang disampaikan dengan cara yang fun. Ia juga menyampaikan bahwa konten terbaik adalah yang selalu satang dari keresahan diri sendiri. Namun tetap pada konten yang bermanfaat, bukan hanya sekedar melampiaskan keresahannya secara mentah-mentah. 

Di penghujung acara, Andovi serta Djati Darma memberi pesan untuk para jurnalis yang harus melihat mana berita yang baik dan mana berita yang buruk. Saat ide terlintas, lakukanlah riset pada ide tersebut, karena riset sangat penting, apalagi di dunia 4.0 ini. Banyak artikel, video, atau wawancara yang dilakukan sebelumnya agar riset kuat dan terpercaya. Apabila riset tersebut dapat menguakan ide atas keresahan yang dirasakan, bisa dirasa untuk divisualisasikan. 

Semangat untuk para jurnalis muda yang berintegritas!

Selasa, 17 Maret 2020

Waspada Terhadap Covid-19


“mencegah lebih baik daripada mengobati”

Sejak Awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan wabah virus corona yang menyebar luas. Virus corona berasal dari Pasar Seafood yang terletak di kota Wuhan, China.
Di Indonesia sendiri, virus corona mulai menyeruak ke masyarakat pada minggu kedua Februari 2020 ini. Isu demi isu yang kemudian menjadi fakta pun terungkap, berawal dari seorang WNI yang berkontak langsung dengan WNA yang berasal dari Jepang, sekarang ini beberapa WNI teridentifikasi terserang virus ini.
Dilansir dari merdeka.com (Selasa, 17/03/2020), Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto memaparkan, kasus positif virus Corona atau Covid-19 melonjak menjadi 172 orang.
Maka dari itu kita yang belum terpapar virus corona harus lebih  berhati – hati dan selalu menjaga kesehatan juga kekebalan tubuh. Sha ingin memberitahu perbedaan beberapa penyakit yang gejalanya sangat mirip.



Gejala ketiga penyakit diatas bisa dikatakan hampir sama hanya saja Corona dapat berujung pada kematian apabila tidak ditindaklanjuti. Untuk itu kita semua harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita. Jangan sampai kita terpapar khusus untuk dinamikers Sha akan memberikan beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk melakukan pencegahan penyakit corona. Jagalah diri, lingkungan, dan Keluarga kalian jangan lupa selalu berdoa agar terhindar dari penyakit apapun.

Tips :

1.    Memeriksa suhu tubuh.
Memeriksa suhu tubuh setiap orang yang masuk kantor dapat menjadi salah satu tindak pencegahan. Suhu tubuh yang tinggi dapat menjadi indikator tubuh terserang virus, tidak sehat, dan membutuhkan istirahat.
Setiap orang yang memiliki suhu tubuh yang tinggi disarankan untuk beristirahat di rumah karena dapat menularkan penyakit dan rentan tertular penyakit.
2.   Mencuci  tangan.
       Tangan merupakan salah satu media penularan virus karena bersentuhan langsung dengan benda-benda lain. Tangan pula yang menyentuh mulut, hidung, dan mata sehingga mikroorganisme bisa masuk ke dalam tubuh.
            3.  Menggunakan Masker.
       Menggunakan masker pada orang yang sakit dapat mengurangi risiko menularkan penyakit ke orang lain.
            4.  Etika Batuk dan Bersin.
etika yang dapat diterapkan adalah dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian atas setiap kali batuk dan bersin. Jika menggunakan tisu, langsung buang tisu ke tempat sampah.
Setelah itu, selalu cuci tangan dengan bersih agar sisa kuman tidak tinggal di tangan.