Sabtu, 27 Mei 2017

ESTUNGKARA PHOTOGRAPH


      


Seminar ESTUNGKARA merupakan acara Slide berkelanjutan setelah PAMERAN KECIL SLIDE PERBANAS XXV. Diselenggarakan pada hari Selasa tepatnya tanggal 23 Mei 2017, seminar ini bertemakan “Travelography “Fullfil Your Journeys with Art” bermakna  tentang travel fotografi. ESTUNGKARA berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kesanggupan. Pameran tersebut bermakna sebagai survive (bertahan). Yang bertujuan untuk melanjutkan karya dari didikan dasar untuk meresmikan keanggotaan yang baru saja dilantik sebagai didikan menengah. 




   Seminar ini dibintangi oleh Nita Dian Afianti (Photo Researcher Tempo Inti Media). Beliau merupakan seorang travelers yang berpengalaman dibidang fotografi, beliau juga mengungkapkan memotret merupakan hal yang menyenangkan hingga ada beberapa foto hasil karyanya untuk dipamerkan disalah satu restoran-restoran. Dalam seminar ini kita dapat memahami bagaimana cara memotret dan bagaimana cara kita mendapat view yang bagus agar mendapatkan hasil yang sempurna. Pameran ini juga mendapatkan apresiasi dari  para mahasiswa/i Perbanas, bagi para mahasiswa juga dapat mengenal sebuah karya photograph.



Sumber  : Aflakulloh Al Muwaffaq
Peliput            : Derris Silva




Senin, 22 Mei 2017

Workshop film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”



Penayangan dan review film nasional kembali diselenggarakan lagi pada tanggal 19 Mei 2017 oleh PUSBANGFILM (Pusat Perkembangan Perfilman). Kali ini pusbang film mengambil film yang berjudulAisyah Biarkan Kami Bersaudara” dan menjadi bahan review para pengamat film serta siswa-siswi SMU sederajat. Dengan 5 narasumber yaitu, Dr. Maman Wijaya, M.Pd (Kepala PUSBANGFILM), Herwin Novianto (Sutradara Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara), Jujur Prananto (Penulis Skenario Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara), Yan Wijaya (Wartawan/Kritikus Film), dan Monod atau Nur Hidayat (Director of Photography).
Minat masyarakat akan bertemakan edukasi masih sangat lah minim, karena kebanyakan orang datang ke bioskop untuk menghibur diri,  oleh karena itu masyarakat lebih tertarik untuk menonton genre action, horor atau komedi. "Akan menjadi tantangan tersendiri buat kita untuk memasarkan film-film edukasi ini,  karena pada kenyataannya film jenis edukasi baru tahu bagus setelah menontonnya, sementara film yang laris dengan genre action, horor, dan komedi belum tahu bagusnya tetapi orang-orang sudah berbondong-bondong datang untuk menontonnya. Karena film ini memang disajikan untuk menghibur, berbeda dengan film edukasi yang tujuannya untuk menyampaikan pesan akan tetapi tidak semua orang mau untuk menerima pesan tersebut.” Ucap Jujur Prananto
Dalam film ini,  sangat banyak pesan yang disampaikan. Dari mengisahkan hubungan persaudaraan, karena cinta kasih tidak harus melihat perbedaan agama.  Pada film ini penulis mengajak penonton untuk menyaksikan kelembutan dan ketegaran Aisyah dalam mengatasi setiap cobaan yang datang dan disini penonton akan melihat kondisi keseharian masyarakat yang hidup dalam kondisi cuaca panas dan kering di kawasan Indonesia Timur. Tak hanya itu, dalam film ini pun berpesan bahwasanya generasi Muda adalah Penerus. Jadi Fokuslah Kejar Prestasi dan Bukan Melulu Galau Soal Cinta.
 Dengan diselenggarakannya acara penayangan dan review film nasional seperti ini, diharapkan dapat menambah tumbuhnya rasa cinta masyarakat, semangat menghargai dan mengapresiasi karya film-film dalam negeri. Sesuai dengan moto PUSBANGFILM, “Menjadikan film Indonesia raja di negeri sendiri dan menjadi tamu mempesona di negara lain”

Editor : Diah, Mei

Selasa, 16 Mei 2017

Debat Publik Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Perbanas Institute Periode 2017-2018




Diselenggarakan oleh KPU Perbanas Institute pada hari Senin, 15 Mei 2017 kemarin, bertempat di Auditorium Unit 3 Perbanas Institute, pukul 14:00 WIB. Debat publik dibuka dengan sambutan dari:
1.      Farid Henafi sebagai ketua KPU Perbanas Institute
2.      Novista Sarastia sebagai ketua BEM Perbanas Institute
3.      Rafis Rahardian sebagai ketua MPM Perbanas institute
4.      Bpk Prof. Dr. Ir Marsudi Wahyu Kisworo sebagai Rektor Perbanas Institute
Jalannya debat publik calon Presiden Mahasiswa  dan Wakil Presiden Mahasiswa di moderatori oleh Bapak Dwi Panggah Wijiharyo S.Pd. Pada tahun ini terdapat dua pasang calon, yaitu Nuansa Zahra Adinda dan Devanni Thalia Miranda sebagai pasangan calon no urut 1. Kemudian, Iis Ida Ningsih dan Ahmad Fawait sebagai pasangan calon no urut 2.
Debat publik memiliki beberapa mekanisme, salah satunya yaitu para pasangan calon diberikan waktu 3 menit untuk bertanya dan 3 menit untuk menanggapi pertanyaan. Debat publik dimulai dengan penjabaran Visi dan Misi masing-masing pasangan calon. Pada kandidat no urut 1 memiliki inovasi Perbanas Fun Festival dan Gerakan mempromosikan Perbanas, sedangkan lawannya yaitu pasangan calon no urut 2 memiliki inovasi Bincang-bincang bersama mahasiswa Perbanas Institute sesuai dengan isu terbaru, Mengadakan Pelatihan yang lebih real. contohnya pelatihan kewirausahaan dan Amal BEM sebagai salah satu bentuk promosi Perbanas Institute.
Pada sesi kedua moderator memberikan pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon, mengenai masalah pengangguran, kemudian dilanjutkan dengan para pasangan calon melemparkan pertanyaan kepada lawannya mengenai isu terkini, selain itu, Bapak Prof. Dr. Ir Marsudi Wahyu Kisworo juga ikut bertanya sebagai audience yang hadir di acara Debat Publik di Perbanas Institute.
Sesi ketiga adalah sesi tanya jawab yang diberikan oleh beberapa mahasiswa Perbanas Institute mengenai isu-isu yang beredar dikampus kepada para pasangan calon, dan salah satu pertanyaannya adalah mengenai sanksi scors yang diberikan ke salah satu mahasiswa Perbanas Institut, dan bagaimana BEM memanfaatkan sarana informasi dalam menyampaikan informasi yang konkrit, aktual, dan bukan hoax. Kemudian debat diakhiri dengan masing-masing pasangan calon berkomitmen menjalankan pemilu dengan aman dan damai. Itulah serangkaian acara debat publik calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Perbanas Institute periode 2017-2018. Semoga siapapun pasangan calon yang terpilih nanti amanah dalam menjalankan tugasnya dan dapat menjalankan inovasi dan janji-janjinya saat dikemukakan saat debat publik.

Write by :
Widiyah Puspita Sari 

Sabtu, 13 Mei 2017

HIMA kembali menggelar Accounting Exhibition and Discussion XIII (ACSI XIII)


Accounting Exhibition and Discussion XIII (ACSI XIII) merupakan salah satu progran kerja HIMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) yang telah sukses diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 9 dan 10 Mei 2017. Acara ini terdiri dari 2 rangkaian kegiatanyaitu yang pertama adalahSeminar ekonomi yang bertema "Making Financial Technology as The Power of Digital Economy in Indonesia"dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2017. Berikut adalah moderator, keynote speech, dan guest speaker yang turut mengisi acara tersebut:
1. Moderator : - Dr. Trinandari P. Nugrahanti, S.E., AK., M.SI.,CA. 
(Ketua Program Studi Magister Akuntansi Pascasarjana Perbanas Institute)
2. Keynote Speech : - Agus E. Siregar, S.E., AK., M.H., CA.
(Deputi Komisioner Pengawasan Terintegrasi OJK)
3. Guest speaker : - Armand widjaja
(Direktur PT. Central Capital Ventura) anak perusahan BCA
      - Aucky Pratama Setya Dharma
(Direktur ASEAN Federation of Accountants Secretariat Jakarta, Indonesia)
Acara kedua yaitu lomba akuntansi tingkat internal kampus dengan tema lomba "Unleash Your Greatest Accounting Skills and Get Ready to be the Winner of ACSI XIII"
Yang diselenggarakan 9 & 10 Mei 2017 di auditorium unit 3. Lomba ini diikuti oleh mahasiswa Perbanas jurusan akuntansi angkatan 2015 dan 2016. Lomba ini juga berhadiahkan uang tunai sebesar Rp 1.800.000 (juara I, Rp 1.500.000 (juara II), dan 1.200.000 (juara III)
Terdapat hal yang menarik pada acara ACSI XIII yaitu peserta seminar ACSI tahun ini dapat diikuti oleh semua mahasiswa dari prodi selain akuntansi, berbeda dengan ACSI tahun sebelumnya yang hanya berfokus untuk mahasiswa prodi akuntansi saja, hal ini dikarenakan topik yang diangkat merupakan perpaduan antara ilmu akuntansi dan perkembangan teknologi mengenai financial technologySelain itu seminar ACSI XIII dihadiri oleh pembicara yang sangat berkompeten dalam teori dan praktek di lapangan, sehingga pesan yang disampaikan oleh pembicara dapat dipahami dengan mudah.

Tim liputan : Reeza, Sri