Senin, 26 April 2021

Gelombang Corona Kedua yang Menimpa India

Foto: cnnindonesia

 

Lonjakan kasus positif harian di India tercatat telah melampaui AS dengan angka 300.000 kasus selama 24 jam terakhir pada Kamis (22/4). Angka itu menjadi kasus harian tertinggi di dunia melampaui Amerika Serikat yang pada bulan Januari lalu menyentuh angka 297.339 kasus.

 

Perdana Menteri India Narendra Modi menghimbau warga untuk memerangi virus corona dengan segenap upaya sehingga lockdown tidak diperlukan. "Situasinya terkendali hingga beberapa minggu yang lalu, dan kemudian gelombang kedua corona ini datang seperti badai," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (20/4) seperti dikutip dari AFP.

 

Meski begitu, Perdana Menteri Narendra Modi mendapat kecaman karena mengadakan kampanye untuk pemilu lokal. Ia juga mengizinkan festival keagamaan Kumbh Mela yang menyebabkan jutaan orang berkumpul untuk mandi di Sungai Gangga. 

 

India tengah berusaha sekuat tenaga melawan wabah yang mengamuk untuk kedua kalinya, di mana rumah sakit kekurangan tempat tidur dan pemerintah daerah dipaksa untuk kembali memberlakukan pembatasan sosial yang berefek kepada sektor ekonomi. 

 

Sebagian besar pusat krematorium di India juga dilaporkan terpaksa beroperasi melebihi kapasitas demi mengkremasi jenazah korban virus corona yang berdatangan tanpa henti. Hal ini menyebabkan Pemerintah India harus menggelar kremasi massal pada Kamis (22/4) demi mengurangi penumpukan di krematorium. 

 

Negara di Asia Selatan itu telah mencatat lebih dari tiga juta infeksi baru dan sekitar 18.000 kematian pada bulan ini. 

 

Penulis: Kartika Vennasa

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar