Minggu, 05 Januari 2020

Suhu diatas 40 C, Inilah Penyebab Kebakaran Hutan di Australia

Sumber foto: twitter

Kebakaran hutan telah terjadi lagi di Australia terutama pada bagian Timur dan Barat Daya Sydney. Kebakaran ini banyak menyebabkan musnahnya habitat hewan-hewan liar Australia seperti kanguru, koala, burung, reptil, dan lain lain.
Sejak awal kebakaran yang terjadi pada September 2019 lalu, ratusan rumah telah hilang, lebih dari lima juta hektar hutan dan lahan pertanian hangus, sedikitnya 24 orang tewas karena kebakaran tersebut.
Ahli ekologi di Australia juga memperkirakan hampir setengah miliar hewan, termasuk reptil, mamalia, dan burung telah mati sejak kebakaran dimulai.
"Kebakaran telah membakar sangat panas dan begitu cepat sehingga ada kematian hewan yang signifikan di pohon-pohon, tetapi ada daerah yang begitu besar sekarang yang masih terbakar sehingga kita mungkin tidak akan pernah menemukan mayatnya," ujar Ahli Ekologi dari Dewan Konservasi Alam Sydney, Mark Graham yang dikutip dari Sputnik.
Ketika puluhan kebakaran terus terjadi di beberapa negara bagian, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengakui bahwa perubahan iklim merupakan salah satu dari banyak faktor yang memicu kebakaran. Selain itu, Scott Morrison juga mengatakan bahwa kebijakan perubahan iklimnya cukup memadai dan bertanggung jawab.

Sumber foto: twitter

"Kebijakan pengurangan emisi kita akan melindungi lingkungan dan berupaya mengurangi risiko dan bahaya yang kita saksikan hari ini," ujar Morrison yang dikutip dari VOA Indonesia.
Kaitan antara kebakaran hutan dan perubahan iklim menjadi hal yang politis, tetapi para ahli sepakat perubahan iklim menjelaskan bencana-bencana alam yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Khususnya Australia yang mengalami tahun terpanas pada 2019, naik 1,5 derajat celcius lebih tinggi dari rata-rata, menurut laporan Badan Meteorologi. Naiknya suhu menyebabkan peningkattan risiko kebakaran hutan.
Dampak kebakaran hutan ini juga cukup mengerikan yaitu melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca ke atmosfer. Gas, yang hanya membentuk sebagian kecil dari total gas di atmosfer akan memerangkap panas.
Hanya dalam tiga bulan, kebakaran Australia diperkirakan telah melepaskan 350 juta metrik ton karbon dioksida. Para ahli juga memperingatkan bahwa butuh satu abad atau lebih untuk menyerap karbon dioksida yang akan dilepaskan.


Penulis: Rabiah Adawiyah
Sumber: Tirto.id, VOA Indonesia, Sputnik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar