Senin, 08 Februari 2021

Signal Pengganti Whatsapp?

sumber foto : wikipedia

Signal saat ini tengah menjadi aplikasi chatting yang mencuri perhatian. Terlebih, setelah WhatsApp mengumumkan adanya kebijakan privasi baru untuk penggunanya. Kepopuleran Signal juga diketahui dari jumlah pengguna baru yang tumbuh secara signifikan. Bahkan beberapa hari lalu, layanan ini diketahui sempat eror karena kebanjiran pengguna baru.

Untuk itu, Signal mengatakan mereka akan terus meningkatkan layanannya bagi para pengguna. Tidak hanya soal keandalan sistem, peningkatan tampaknya juga dilakukan pada fitur yang hadir di aplikasi tersebut.

Signal ternyata sedang menguji coba kemampuan yang memungkinkan pengguna mengganti wallpaper percakapannya. Adapun 21 wallpaper bawaan dan pengguna juga dapat memakai gambar yang mereka miliki sebagai latar belakang.

Dari informasi ini diketahui pula akan ada opsi dark theme. Selain itu, Signal juga diketahui bakal menghadirkan menu 'About', yang memungkinkan pengguna menulis status atau profil mereka. Fitur-fitur di atas sebenarnya sudah tidak asing untuk pengguna WhatsApp, sebab fitur tersebut sudah hadir di aplikasi milik Facebook tersebut.

Signal sendiri dalam beberapa hari terakhir memang terus menggenjot sejumlah fitur yang serupa WhatsApp, mulai dari stiker animasi kemampuan low-data mode saat melakukan panggilan.

Pada pekan lalu, jumlah unduhan aplikasi pesan terenkripsi Signal dan Telegram meningkat drastis di toko aplikasi Apple dan Google. Kebalikannya, jumlah download WhatsApp mengalami penurunan, setelah perusahaan mengumumkan update kebijakan privasi barunya.

Perusahaan analitik aplikasi Sensor Tower menyebut, jumlah unduhan Signal mencapai 17,8 juta kali download di App Store dan Google Play Store, selama seminggu terakhir

Sementara itu, WhatsApp malah mengalami penurunan jumlah unduhan. laporan Sensor Tower menyebut, jumlah unduhan WhatsApp selama satu minggu ini sebanyak 10,6 juta kali download. Menurun dari minggu lalu yang jumlah unduhannya 12,7 juta kali.

Para ahli berpendapat hal ini karena WhatsApp mengumumkan akan adanya pembaruan kebijakan privasi. WhatsApp dalam pengumumannya juga sempat menyebut, pengguna yang tidak menerima kebijakan privasi baru per 8 Februari, bisa menghapus aplikasinya.

Dalam pemberitahuannya, kebijakan privasi baru WhatsApp juga menyebut akan adanya integrasi data dengan Facebook. Kebingungan mengenai pemberitahuan itu diperumit oleh riwayat kesalahan privasi Faceboook. WhatsApp sampai harus mengkonfirmasi ke pengguna bahwa pembaruannya tidak mempengaruhi privasi pesan pengguna dengan teman atau keluarga. Kebijakan privasi baru ini berlaku untuk WhatsApp bisnis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar