Senin, 09 Juli 2018

TANTOWI/LILIYANA : ASA PATAHKAN MITOS ISTORA PADA PENAMPILAN TERAKHIRNYA DI INDONESIA OPEN



Sport.tempo.co

Istora Senayan terkenal angker bagi atlet-atlet Indonesia. Namun, ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir yakin bisa menaklukan mitos tersebut pada ajang Blibli Indonesia Open 2018.

Owi/Butetsapaan akrab ganda campuran iniseakan-akan tidak bersahabat dengan Istora Senayan. Walaupun kedua pasangan ini telah meraih berbagai gelar bergengsi dunia, tapi Owi/Butet sering menelan kekalahan apabila berlaga di Istora Senayan.

Meskipun pada tahun lalu, Owi/Butet berhasil menyabet gelar pada ajang Indonesia Open, akan tetapi kejuaraan tersebut bukan digelar di Istora Senayan melainkan di JCC Senayan. Saat itu, Istora Senayan sedang dalam proses renovasi karena menjadi salah satu venue pada gelaran Asian Games 2018.

“Berkaca pada tahun lalu, orang-orang bilang kami bisa jadi juara karena mainnya bukan di Istora Senayan. Namun, menurut saya tidak begitu juga karena lawannya sama”, kata Liliyana kepada wartawan, Senin (2/7).

Liliyana tak menampik angkernya Istora Senayan bagi mereka sedikit menganggu fokus Tontowi. Atlet yang akrab disapa Butet itu meminta Tontowi mengubah pola pikir terhadap keangkeran Istora.

"Mungkin Tontowi yang agak sedikit mengubah pola pemikiran karena lagi-lagi kami ketika bermain di Istora meraih hasil yang kurang baik. Terakhir itu (menang) di SEA Games. Sudah lama sekali tak bisa juara, setelah itu hanya final," ucap Liliyana.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan mengawali kiprah di Indonesia Open 2018 dengan menghadapi ganda campuran Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, pada Selasa (3/7/2018). Dari statistik yang ada, Tontowi/Liliyana lebih diunggulkan, ganda Indonesia ini berhasil meraih tiga kemenangan dan sekali menelan kekalahan kala bersua dengan ganda Malaysia penghuni peringkat 15 ranking dunia itu.

Liliyana mengisyarakat untuk gantung raket pada tahun akhir 2018

Liliyana Natsir bertekad untuk menikmati pertandingan dan meraih hasil maksimal pada ajang Blibli Indonesia Open 2018. Liliyana mengisyaratkan tahun ini merupakan tahun terakhirnya untuk berlaga di Indonesia Open. Pasalnya, pasangan dari Tantowi itu mengonfirmasi rencana untuk gantung raket pada akhir tahun 2018.  Butet—sapaan akrabnyaingin menikmati masa-masa terakhirnya bermain di turnamen berlabel BWF World Tour Superseries 1000 itu dan ingin memberikan kado indah dengan meraih hasil yang maksimal.

Meski catatan buruk ketika bermain di Istora Senayan menghantui Liliyana dan Tantowi, namun Liliyana tidak ingin terlalu berambisi untuk mematahkan mitos tersebut mempersembahkan kemenangan perdananya di Istora Senayan.

“Mungkin, ini akan menjadi Indonesia Open terakhir buat saya. Meski begitu, saya tidak terlalu menggebu karena belum pernah menjadi juara di Istora (Senayan)”, kata Liliyana kepada wartawan, Senin (2/7).

Kenangan manis tahun lalu
Pada edisi kali ini, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir berstatus sebagai juara bertahan setelah pada Indonesia Open 2017, yang digelar di JCC Senayan, berhasil mengalahkan ganda campuran asal Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

“Tahun lalu, rasa penasaran saya sudah sedikit terobati setelah menjadi juara Indonesia Open ketika digelar di JCC (Senayan). Pastinya, saya akan merindukan momen tersebut, jadi tahun ini saya ingin menikmatinya dan bermain maksimal”, ucap Liliyana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar