Selasa, 30 April 2013

1 May Akan Menjadi Hari Libur Nasional


Rencana untuk menjadikan Hari Buruh Internasional atau May Day sebagai hari libur nasional diisyaratkan pemerintah. Mulai tahun 2014 mendatang, setiap tanggal 1 Mei akan dijadikan hari libur nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat bertemu dengan para pemimpin federasi dan serikat pekerja di Istana Negara, kemarin (29/4).
Presiden yang didampingi Wakil Presiden Boediono dan beberapa menteri menerima  perwakilan dari beberapa federasi dan serikat pekerja di Istana Negara, diantaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Serikat Pekerja BUMN, dan Konfederasi Majelis Pekerja Buruh Indonesia.
Rencana hari libur nasional pada peringatan Hari Buruh Internasional ini merupakan kado istimewa bagi kaum buruh. Hal ini disampiakan Presiden KSPI Said Iqbal. “Beliau akan berikan kado istimewa yang sudah kami tunggu-tunggu lama sekali, yaitu menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun-tahun berikutnya,” paparnya.
Iqbal menambahkan secara resmi Presiden SBY akan mengumumkan ‘kado’  tersebut besok Rabu (1/5) saat pertemuan dengan pemimpin dan buruh PT Maspion dan PT Unilever di Jawa Timur.
Harapan untuk menjadikan hari buruh sebagai hari libur nasional sudah tercapai, namun bukan berarti unjuk rasa yang rencananya akan digelar Rabu (1/5) dibatalkan. Said mengatakan para serikat pekerja akan tetap menggelar unjuk rasa besar-besaran di seluruh Indonesia pada 1 Mei 2013, untuk menuntut hak buruh seperti yang biasa dilakukan setiap tahunnya. Said memperkirakan ada sekitar 600.000 buruh yang akan berunjuk rasa di seluruh Indonesia.
Buruh asal Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) akan fokus di Jakarta. Rencananya para serikat buruh dari beberapa federasi ini akan menggelar aksi demo damai di depan Istana Negara, gedung DPR dan kantor kementerian terkait. Said memastikan aksi unjuk rasa itu akan berjalan kondusif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar