Jumat, 30 Juli 2021

KEMENANGAN MEDALI PERAK EKO YULI IRAWAN DI OLIMPIADE TOKYO 2020 APAKAH MENJADI YANG TERAKHIR?

 

Sumber foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Kemenangan yang ditoreh Eko Yuli Irawan diajang olahraga terakbar didunia yaitu Olimpiade yang pada tahun 2020 sempat tertunda dan dilaksanakan pada tahun 2021 diselenggarakan di Tokyo, Jepang membawa kebahagian bagi masyarakat Indonesia.

Ditengah maraknya berita tentang kasus pandemi covid-19, ini menjadi sebuah secercah harapan baru bagi Indonesia. Pasalnya setelah vakum segala kejuaraan olahraga dunia, berita bahagia dari sektor olahraga meredup.

Setelah meraih medali perak pada Olimpiade Tokyo 2020, lifter Eko Yuli Irawan ditanyai soal pensiun. Lalu, apa jawaban dia?

Eko Yuli Irawan harus puas dengan medali perak di kelas 61 kg putra cabang olahraga angkat besi Olimpiade Tokyo. Berlaga di Tokyo International Forum, pada tanggal 25 Juli 2021, Eko Yuli meraih perak setelah mengumpulkan total angkatan 302 kg (snatch 137 kg dan clean & jerk 165 kg). Eko Yuli Irawan harus mengakui rival terberatnya dari China Li Fabin yang berhak atas medali emas dengan total angkatan 313 kg (snatch 141 kg dan clean & jerk 172 kg.

Sementara, medali perunggu di kelas 61 k putra diraih Igor Son (Kazakhstan) dengan total angkatan 294kg (snatch 131 kg dan clean & jerk 163 kg).

Meski belum berhasil mendapat emas, Eko Yuli Irawan setidaknya telah mengukir sejarah baru di angkat besi Indonsia.

Dengan perak yang baru diraihnya, Eko Yuli menjadi satu-satunya lifter dengan empat koleksi medali di Olimpiade.

Lalu, apakah Olimpiade 2020 bakal menjadi penanda akhir karier Eko Yuli Irawan? Sang atlet belum bisa memastikan. “Jika dilihat umur memang sulit, tetapi jika ada kesempatan (tetap berkompetisi sebagai atlet), kenapa tidak?" tutur Eko.

"Namun, yang paling penting itu sekarang adalah bagaimana menyiapkan lifter-lifter muda penerus saya. Itu yang menjadi tantangan,” katanya menambahkan.

Sumbangan perak Eko Yuli Irawan membuat Indonesia telah mendulang dua keping medali sejauh ini di Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, Indonesia telah memastikan medali perunggu, juga dari cabor angkat besi melalui Windy Cantika Aisah. Windy yang turun di kelas 49 kg putri, meraih perunggu dengan total angkatan 194 kilogram (snatch 84 kg dan clean & jerk 110 kg).

Penulis: Nabila Tiara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar