Jumat, 25 September 2020

Stop “Bullying Online”

 

Sumber: becker.k12.mn..us

Penggunaan media sosial selama masa karantina semakin meningkat. Hampir semua kalangan cenderung ketergantungan menggunakan media sosial mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, hingga Tiktok. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali manfaat dari media sosial dan seharusnya kita gunakan dengan bijak, contohnya untuk hal-hal yang positif seperti membagikan tips and tricks, kata-kata motivasi, pelajaran sekolah, dan info penting lainnya.

Namun, saat ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan media sosial sebagai sasaran menjatuhkan mental seseorang dengan menilai fisik mereka yang dianggap tidak memenuhi standar kecantikan. Hal itu sering dialami khususnya pada kaum perempuan. Salah satunya, pada media sosial Twitter yang sedang ramai diperbincangkan dengan salah satu akun yang mengatakan bahwa Ia terkena polusi visual karena melihat tubuh seorang perempuan di tempat Gym dengan memakai pakaian yang dianggap tidak cocok dengan bentuk badan yang dimilikinya. Parahnya lagi, hal itu dikatakan oleh seorang perempuan juga. Tentu hal itu menuai banyak pro dan kontra dari netizen.

Sebagai sesama perempuan seharusnya kita dapat saling support dan meningkatkan kepercayaan diri, bukannya saling menjatuhkan apalagi mengomentari fisik seseorang tindakan tersebut merupakan salah satu bentuk bullying. Semua itu juga berlaku bagi seluruh kalangan, tidak hanya perempuan saja, laki-laki juga harus menghargai bentuk fisik seseorang. Selain itu, alangkah baiknya jika kita menggunakan media sosial secara bijak. Stop tindakan-tindakan yang mengomentari fisik seseorang, cara berpakaian, dan hal-hal negatif lainnya yang mengarah pada tindakan bullying. Jika kita tidak suka, cukup hanya melihat dan jika ingin memberi saran sebaiknya dipikir terlebih dahulu dengan membuat perkataan yang tidak mengarah pada bullying dan bersifat mengajak ke arah yang lebih baik. Yuk mulai sekarang lebih menghargai bentuk fisik orang lain dan tidak menjelekkannya di media sosial.

                                                                                        

                                                                                 Penulis. Novita Anggraini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar