Senin, 28 Desember 2020

Suasana Mudik Natal dan Tahun Baru dikala Pandemi

 

Foto: CNN Indonesia

Mudik atau pulang ke kampung halaman adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia khususnya pada libur panjang natal, tahun baru, dan lebaran. Namun, mudik yang telah kita anggap sebagai kebiasaan setiap tahun tersebut terasa salah jika dilakukan pada tahun 2020 ini.

Karena kasus pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung reda, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tetap dirumah dan tidak bepergian selama libur natal dan akhir tahun ini. Kendati demikian, masyarakat Indonesia tetap berangkat mudik, tidak mematuhi  himbauan dari pemerintah.

Menurut data yang diperoleh dari  PT Angkasa Pura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, jumlah penumpang meningkat sejak 17 Desember 2020. Adapun puncak arus libur Natal dan Tahun Baru terjadi pada 23 Desember dengan jumlah penumpang mencapai 85.000 orang, seperti yang dikonfirmasi oleh VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano pada Kamis (24/12/2020).

Sementara itu, via jalur darat, terdapat peningkatan volume lalu lintas di pintu tol keluar Jakarta, sebagaimana yang disampaikan oleh penyedia jasa jalan tol PT Jasa Marga. "PT Jasa Marga mencatat sebanyak 174.678 kendaraan meninggalkan Jakarta pada H-2 libur Natal tahun 2020," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Dwimawan Heru melalui keterangan tertulis, Kamis.

Hal seperti ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat masih belum sukses. Karena jika dilihat dari pengalaman sebelumnya, kasus positif Covid-19 akan meningkat secara signifikan pada libur panjang.

Contohnya Ibu Kota Jakarta yang mencatat pertumbuhan kasus Covid-19 sejak libur panjang akhir Oktober lalu. Bahkan, dalam sepekan terakhir, terjadi tiga kali lonjakan penambahan kasus harian.

Penulis: Kartika Vennasa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar